Wed. Feb 26th, 2020

DPMPTSP

Seruyan

Permudah Perizinan, OSS Versi Terbaru Segera Diluncurkan

4 min read

JAKARTA – Upaya pemerintah dalam mewujudkan kemudahan pelayanan perizinan terus dilakukan dengan melahirkan regulasi baru dan pengembangan sistem dalam hal ini Online Single Submission (OSS).

Setelah OSS versi 1.0 resmi diluncurkan pada 8 Juli 2018 lalu, merespon kebutuhan dan berbagai kendala dalam pelaksanaannya, OSS versi 1.1 yang merupakan pengembangan dari versi sebelumnya akan segera diluncurkan. Selain dilakukan penyesuaian bisnis proses, dalam versi terbaru dilakukan penambahan data elemen, perubahan desain database dan tampilan yang berbeda dan lebih mudah (user friendly) sehingga dapat meningkatkan serta memperluas investasi.

Dalam format isian data legalitas yang dulunya hanya berdasarkan PT, di versi terbaru sudah disiapkan format isian data legalitas berdasarkan jenis badan usaha CV, Firma, PT, Yayasan dan Koperasi. Selain itu, beberapa pengembangan juga terdapat pada izin lokasi, yang dulunya hanya dapat mengakomodir izin lokasi daratan dengan OSS versi 1.1 sudah didesain untuk mengakomodir izin lokasi yang ada di darat, perairan dan kawasan hutan.

Kegiatan Bimtek / Public Hearing Online Single Submission (OSS) versi 1.1 yang digelar di ruang Nusantara Gedung Suhartoyo Lt.1 BKPM Jakarta, dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani. Dalam sambutannya ia mengatakan menurut PP 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik dimana pelaksanaan kewenangan termasuk penerbitan dokumen lain yang berkaitan dengan perizinan berusaha wajib dilakukan melalui Lembaga Online Single Submission. “Kini OSS dioperasionalkan secara permanen oleh BKPM,” kata Farah.

Ia mengungkapkan, secara resmi OSS telah diserahterimakan kepada BKPM tanggal 2 Januari 2019 terkait pelayanan konsultasi OSS dan tanggal 1 maret 2019 penyerahan resmi terkait pengelolaan sistem OSS. Untuk diketahui, sistem OSS melayani lebih dari 1000 registrasi per-hari dan menerbitkan NIB lebih dari 850 per-hari.

Tantangan kedepan, lanjut Farah masih kurang padunya pelaksanaan fungsi antar unit di dalam Kementerian/Lembaga antara Pusdatin dengan Ditjen teknis serta di Pemerintah Daerah antara DPMPTSP dengan dinas terkait sehingga butuh komitmen dan kerjasama dari semua pihak.

Bimtek yang digelar pada 27 Juni 2019 ini diikuti oleh peserta SeKalimantan dan Lampung. Tidak ketinggalan Kabupaten Seruyan juga turut berpartisipasi dalam kegiatan dengan mengirimkan peserta Bimtek.top  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Ada yang bisa DPMPTSP Seruyan bantu?